

Day Tour ke Wildlife Sanctuary Ballarat dan Sovereign Hill
Akhirnya jadi juga day tour melihat sisi lain Victoria. Berangkat pagi-pagi naik bis, strollernya Isla boleh dibawa, tapi dimasukin kebawah bis. Abi sudah siap dengan segala macam alat dokumentasi, Ibu sudah siap dengan peralatannya Isla (ekstra nappies, ekstra susu), Isla juga sudah siap dengan Geoffy dan dummy nya. Oke kita berangkat.
Tour guidenya yang supirnya juga. Ntah karena suara tourguidenya merdu, bisnya enak, atau memang dasarnya masih ngantuk, kita tertidur diperjalanan. Agak membosankan memang perjalanan ke Ballarat (sekitar 1 jam). Ballarat adalah salah satu kota besar di provincial Victoria. Disini awalnya tempat gold rush. Kotanya jauh beda dari Melbourne yang ramai dan sangat “turistis”. Mungkin mengambil daerah kelahiran akung, kalo Melbourne itu Surabaya, Ballarat mungkin bisa dibilang Madiun (gak seperti itu juga sih). Pokoknya kotanya lebih sunyi dan asri. Bangunan lamanya bener2 dijaga, dan banyak plakat-plakat toko dan restoran yang klasik.
Stop 1: Wildlife Sanctuary Ballarat
Sampai juga akhirnya. Cuma sebagian dari group yang mampir dulu disini, sisanya nanti ketemuan lagi langsung di Sovereign Hill.Tempatnya sih biasa saja dari luar. Tapi begitu masuk kepintu kedua (setelah melewati gift shop), baru tampak serunya. Ada lapangan (ingat lapangan olahraga disekolah dasar), rumput, meja makan, pengunjung, dan Kangguru berkeliaran. Iya kangguru dilepas begitu aja. Boleh dielus-elus (ternyata halus juga bulunya), dikasih makan, asal jangan dibawa pulang. Lalu sebagai souvenir kita boleh foto sama Koala (yang ternyata bulunya juga halus dan empuk). Didalam sini juga ada burung elang (dikurung), burung onta, buaya (dikurung), ular, kura-kura raksasa, dan si Wombat yang gendut (lebih besar dari Isla ternyata). Setelah puas keliling-keliling, kita menunggu sebentar dilapangan parkir, tepat jam 12.10 siang, bis nya datang menghampiri, dan kita lanjut lagi.
Stop 2: Sovereign Hill
Sovereign Hill ini bentuknya seperti amusement park, seperti Dufan dengan bau pupup kuda, hehehhee. Begitu masuk kedalam, suasanya seperti di kota koboi, dari jalanannya, gedung-gedungnya, kereta kuda, toko-tokonya, sampai ke pegawai-pegawai yang ada didalam sana pakai kostum pada tahun itu. Ada pandai besi, toko cetak yang menggunakan mesin letterpress (mungkin namanya bukan hi-res, tapi lo-res lo-fi hehehe), ada toko permen, tempat pentas seni, bowling (yang bentuknya masih ‘jadul’/jaman dulu banget), toko eskrim, workshop membuat lilin, tempat bikin kotak jenazah, dan lain2. Pokoknya serasa dibelokan ketemu Lucky Luke atau Dalton bersaudara deh.
Tiba-tiba ada polisi lewat (ini bagian dari atraksi) lengkap dengan seragam polisi jaman itu, juga ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang pakai kostum seperti di film Little Missy kalau kata Deasy. Jam 01.30 ada atraksi “The Red Coat”, yaitu pasukan Inggris lengkap dengan bedil, yang baris menuju tengah kota untuk memberi peringatan kepada penjahat-penjahat atau penambang emas yang gak punya ijin dengan menggunakan senapan. DOORRR!!!! suaranya kenceng, dan bau mesiunya menyebar. Abis itu turis-turis boleh foto. Ternyata kalo diperhatiin, orang yang jadi tentara ya itu-itu juga. Ibu foto dengan penabuh drum yang ternyata juga orang yang keliling jalanan utama sambil teriak “Hear ye, Hear ye”. Kalo abi foto sama tentara yang ternyata juga pandai besi (coba cari fotonya, ada buktinya kok).
Abis itu kita naik kereta kuda, kalo yang ini kata abi kayak waktu Candy Candy diusir ke Mexico sama keluarga angkatnya, hehehhehe. Keliling “kota” Sovereign Hill. Sebenernya dengan uang ekstra, kalau mau masuk ke daerah pertambangan bisa saja, masuk kelorong-lorong dan naik keatas tower. Tapi berhubung keluar uang lagi (sebenernya sih males karena bawa-bawa stroller), dan gak kebayang dibawah sana kayak apa, jadi kita lihat-lihat dari luar aja. Terus melihat sungai yang disesaki turis-turis yang sedang mengadu keberuntungan mengkaji emas dari pasir. Kita juga gak ikutan yang satu ini, walaupun gratis. Karena tour guidenya sudah bilang,
Good news and bad news. Good news is, you can keep anything you find in the river, including gold. The bad news is, you wouldn’t find anything.
Ya akhirnya kita lihat-lihat saja deh. Minum classic Kola, yang botolnya unik dan resepnya sudah terbukti dari tahun 1980 an, hehehee, rasanya masih sangat seperti karamel. Panas tapi senang, begitulah ceritanya hari ini. Perjalanan pulang pun tour guide juga berhenti bicara, dan mempersilahkan penumpang untuk menikmati pemandangan. Yaaa…deasdira dan isla juga menikmati, alam mimpi tapinya.
Alhamdulillah, si Isla pintar kalau diajak pergi tour naik bis, dia kerjaannya main sama Geoffy, bengong menatap pemandangan diluar, ngoceh sendiri, dan tidur. Hitung-hitung persiapan buat naik pesawat yah Isla?
Day Tour Ballarat gallery
Blogged with Flock
March 25th, 2008 at 10:03 am
huhuhu…ke Ballarat juga niyhhh …. ;P
saya beli satu panci penggorengan handmade disana…